Breaking News:

Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A (K) Paparkan Syarat-syarat untuk Melakukan Donor Konvalesen

Menurut Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A (K) anak-anak dibawah usia 18 tahun belum diperbolehkan untuk memberikan donor konvalesen.

TRIBUN LAMPUNG/TRIBUN LAMPUNG/Deni Saputra
Ilustrasi donor konvalesen, Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A (K) jelaskan syaratnya 

TRIBUNHEALTH.COM - Gejala COVID-19 pada anak bisa berupa batuk pilek demam, gangguan pencernaan hingga hilangnya penciuman.

Gejala saluran cerna yang bisa terjadi pada orang yang terinfeksi COVID-19 adalah sakit perut, diare, mual dan muntah.

Tindakan terbaik untuk mendiagnosis apakah anak terinfeksi COVID-19 maka diperlukan tes PCR.

Baca juga: Perlunya Pemberian Edukasi untuk Menghentikan Pelaku Body Shaming

Apabila anak tidak dilakukan PCR swab, maka anak perlu diisolasi mandiri jika keadaan umumnya baik.

Namun apabila keadaannya mengalami perburukkan, seperti semakin sesak dan deman tidak kunjung turun, maka anak bisa dibawa ke layanan kesehatan terdekat.

Ilustrasi demam pada anak, simak ulasan Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi, Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A (K)
Ilustrasi demam pada anak, simak ulasan Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi, Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A (K) (medan.tribunnews.com)

Hal ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi, Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A (K) yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Kemkominfo TV program Dear Doctor edisi 13 Desember 2021.

Adapun beberapa anak yang terinfeksi COVID-19 ingin menjadi donor konvalesen.

Dokter menanggapi jika anak-anak di bawah usia 18 tahun belum diperbolehkan untuk memberikan donor darah.

Bahkan donor darah biasa saja anak belum diperbolehkan, apalagi donor konvalesen.

Baca juga: Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi Benarkan Sosial Media Menjadi Pemicu Remaja Melakukan Body Shaming

Syarat-syarat untuk melakukan donor konvalesen dari PMI, yaitu:

1. Berusia 18-60 tahun

2. Berat badan harus lebih dari 55 kg

3. Diutamakan berjenis kelamin pria

Apabila wanita harus yang belum pernah hamil.

Ilustrasi penyintas COVID-19 mendonorkan plasma konvalesen, simak ulasan Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi, Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A (K)
Ilustrasi penyintas COVID-19 mendonorkan plasma konvalesen, simak ulasan Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi, Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A (K) (TRIBUNNEWS.COM/MUHAMMAD NURSINA)

4. Pernah terinfeksi COVID-19

Hal ini lantaran agar terdapat antibodi dalam darahnya.

5. Sudah bebas keluhan minimal 14 hari

Alangkah baiknya, apabila ada surat keterangan sembuh dari rumah sakit yang merawat.

Baca juga: dr. Ari Ayat Sp.OG: Nyeri Punggung Berlebih saat Menstruasi Merupakan Hal Tidak Wajar

Maksimal waktu untuk melakukan donor adalah 3 bulan pasca sembuh dari infeksi COVID-19 dan tidak pernah menerima transfusi darah selama 3 bulan terakhir.

Calon donor yang akan memberikan donor darahnya merupakan penyitas yang melakukan isolasi mandiri lebih dari 3 gejala dapat melakukan donasi apabila membawa surat keterangan sembuh dari dokter atau puskesmas jika tidak pernah dirawat di rumah sakit.

Ilustrasi penyitas COVID-19
Ilustrasi penyitas COVID-19 (pixabay.com)

Penjelasan Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi, Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A (K) dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Kemkominfo TV program Dear Doctor edisi 13 Desember 2021.

(Tribunhealth.com/Dhiyanti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved