Breaking News:

WHO Tegaskan Pembatasan Perjalanan Tak Efektif Hentikan Penyebaran Omicron, Sudah Terlambat

Pejabat WHO mengatakan dua solusi lain yang dinilai lebih manjur dibanding membatasi mobilitas

Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Ilustrasi pembatasan perjalanan - Penumpang di ruang tunggu Bandar Internasional Ahmad Yani Semarang, Rabu (1/9/21). Kemenhub membatasi pintu masuk internasional melalui transportasi darat, laut, dan udara. 

TRIBUNHEALTH.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan pembatasan perjalanan tidak efektif dan tak akan menghentikan laju penularan varian omicron.

Badan kesehatan dunia itu mendesak negara-negara untuk mengambil kebijakan berdasarkan metode yang sudah teruji, dilansir TribunHealth.com dari Independent.

Ketika omicron menyebar secara global, dengan bukti yang menunjukkan bisa menular lebih cepat daripada varian Delta, WHO mengatakan vaksin dan pemakaian masker akan membantu mengendalikannya.

Para ilmuwan sedang melihat apakah omicron dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah dan apakah vaksinasi saat ini akan berhasil melawannya.

Banyak ahli percaya bahwa meskipun Omicron akan menyebabkan gelombang infeksi, vaksin pada umumnya bisa melindungi terhadap penyakit parah dan kematian.

WHO: larangan penerbangan sudah terlambat

ILUSTRASI Pembatasan penerbangan - Suasana aktivitas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta yang dihentikan selama tiga menit memperingati HUT Ke-75 Republik Indonesia, Senin (17/8/2020)
ILUSTRASI Pembatasan penerbangan - Suasana aktivitas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta yang dihentikan selama tiga menit memperingati HUT Ke-75 Republik Indonesia, Senin (17/8/2020) (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

Baca juga: Jubir Covid-19 Ungkap Langkah Antisipasi Indonesia dalam Mencegah Masuknya Varian Omicron

Baca juga: Tak Cukup 3, Bos Pfizer Sebut Kemungkinan Perlu 4 Dosis Vaksin untuk Ciptakan Kekebalan dari Omicron

Berbicara kepada wartawan, direktur regional Dr. Hans Kluge WHO untuk Eropa, mengatakan bahwa larangan penerbangan tidak berhasil dan sudah terlambat "karena Omicron sudah ada di mana-mana".

Dr. Catherine Smallwood, petugas darurat senior di Kantor Regional WHO untuk Eropa, mengatakan 43 negara di kawasan Eropa telah memberlakukan pembatasan perjalanan karena Omicron.

"Wabah penyakit terkandung di sumbernya, bukan di perbatasan mereka," katanya pada konferensi pers.

“Dan larangan bepergian, meskipun mungkin mudah diakses dalam hal pengambilan keputusan politik, namun tidak efektif dalam mencegah penyebaran penyakit. Mereka benar-benar tidak efektif.”

Dia mengatakan larangan penerbangan dan pembatasan lainnya "tidak adil" dan memiliki konsekuensi ekonomi "tetapi yang terpenting tidak efektif".

Beralih ke vaksin, Dr. Kluge mengatakan “setidaknya 470.000 nyawa diselamatkan secara langsung melalui vaksinasi Covid” antara Desember 2020 dan bulan ini, meskipun ia juga menyebut angka ini bisa jadi terlalu rendah.

Belum ada kepastian

Ilustrasi virus corona varian omicron
Ilustrasi virus corona varian omicron (Pixabay)

Baca juga: Pfizer: Booster Vaksin Dosis Ketiga Beri Perlindungan Kuat terhadap Varian Omicron

Baca juga: Studi Terbaru Sebut Vaksin Pfizer 41 Kali Kurang Efektif Lawan Virus Corona Varian Omicron

"Belum terlihat bagaimana dan apakah varian terbaru Covid-19 yang menjadi perhatian, Omicron, akan lebih menular dan lebih parah," tambahnya.

Dr. Kluge mengatakan sejauh ini bukti tentang Omicron masih awal dan tidak ada bukti pasti tentang seberapa baik vaksin akan melindungi manusia.

Dia mengatakan ada “lima penstabil pandemi untuk menekan angka kematian” yang meningkatkan, yakni:

  • tingkat vaksinasi
  • memberikan booster kepada yang paling rentan
  • menggandakan tingkat pemakaian masker di dalam ruangan
  • ventilasi ruang yang ramai
  • mengadopsi "protokol terapi yang ketat untuk kasus yang parah"

Tak perlu tutup sekolah

Sekolah tatap muka
Sekolah tatap muka (Kompas.com/Garry Lotulung)

Baca juga: Ahli Sebut Bahaya Varian Omicron Tak Bakal Terungkap hingga Tahun Baru, Apa Masalahnya?

Baca juga: Muncul Varian Covid-19 Omicron, Ini 6 Hal yang Perlu Diketahui

Dia mengatakan ada juga kebutuhan untuk menghindari penutupan sekolah dan pembelajaran di rumah.

Namun, Dr. Kluge memperingatkan bahwa, saat liburan sekolah mendekat, “kita harus mengakui bahwa anak-anak mencemari orang tua dan kakek-nenek mereka di rumah, dengan peningkatan risiko 10 kali lipat bagi orang dewasa ini untuk mengembangkan penyakit parah, dirawat di rumah sakit, atau meninggal jika tidak divaksinasi. ”

Dia mengatakan penggunaan masker, ventilasi dan pengujian rutin harus menjadi standar di semua sekolah dasar.

Halaman
12
Penulis: anrosikin
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved