Breaking News:

Henti Jantung Bisa Dialami Siapa Saja, dr. Siswo Putranto Santoso Jelaskan Perlu CPR dalam 3-4 Menit

Jika penderita henti jantung bisa mendapatkan CPR yang tepat dalam waktu tersebut, masih ada kemungkinan untuk selamat

Kompas TV
Posisi tubuh saat memberikan kompresi jantung 

TRIBUNHEALTH.COM - Dokter Spesialis Forensik Klinis dan Pegiat SAR, dr. Siswo Putranto Santoso, menjelaskan henti jantung bisa terjadi pada siapa saja.

Namun, dia menegaskan orang dengan kondisi bawaan lebih mungkin untuk parah.

"Bisa (terjadi pada siapa saja)," paparnya ketika menjadi narasumber Ayo Sehat Kompas TV.

"Tapi (kalau) ada bawaan datang jantung itu lebih cepet."

Ketika hal itu terjadi, penting untuk segera memberi resutitasi jantung paru (CPR).

CPR sendiri merupakan pertolongan pertama kepada orang yang henti jantung.

Pertolongan ini tak bisa dilakukan sembarang.

Baca juga: dr. Haidar Zain: Irama Jantung yang Tidak Normal Bisa Menyebabkan Seseorang Mengalami Henti Jantung

Baca juga: Sangatlah Penting untuk Mengetahui Perbedaan Ciri-Ciri Henti Jantung dan Serangan Jantung

Ilustrasi tidak sadarkan diri akibat henti jantung
Ilustrasi tidak sadarkan diri akibat henti jantung (health.tribunnews.com)

Teknik dan tata caranya harus tepat agar tak malah membahayakan.

Selain itu teknik CPR hanya efektif diberikan 3-4 menit sejak henti jantung.

Jika bisa dilakukan dengan tepat dalam waktu itu, orang yang henti jantung masih mungkin bisa diselamatkan.

Baca juga: dr. Siswo Putranto Santoso Beri Panduan Lengkap Lakukan CPR, Pertolongan Pertama pada Henti Jantung

Beda dengan serangan jantung

Dia menyebut, henti jantung terjadi secara tiba-tiba.

Hanya dalam hitungan menit, penderita akan merasakan lemas, tidak sadar, dan kemudian henti napas.

"Tentu nadanya tidak ada," tambahnya, dikutip TribunHealth.com.

"Terus kulitnya pucat karena aliran darah berhenti semua, total.

Sementara pada serangan jantung, prosesnya bertahap.

"Yang sering orang awam ini sesak napas, terus ada nyeri di perut sampai dada, terus kepala rasanya ringan," dr. Siswo Putranto Santoso menjelaskan gejala serangan jantung.

Baca juga: Dokter Jelaskan Berbagai Penyebab Henti Jantung, Bisa Terjadi pada Siapa Saja

Baca juga: Dokter Jelaskan Henti Jantung yang Dialami Pesepak Bola Christian Eriksen, Untung Segera Dapat CPR

Ilustrasi seorang lelaki mengalami henti jantung saat beraktivitas
Ilustrasi seorang lelaki mengalami henti jantung saat beraktivitas (bali.tribunnews.com)

Pada kondisi tersebut, jika diraba denyut nadi sudah tidak teratur.

Selain itu, penderita serangan jantung juga tidak langsung jatuh tersungkur.

"Jatuhnya nggak langsung mendadak tapi pelan-pelan. Jadi ada waktu itu," jelasnya.

Kembali membicarakan henti jantung, dr. Siswo Putranto Santoso menyebut ada berbagai hal yang bisa menyebabkan kejadian ini.

Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Kolesterol yang tinggi
  • Kadal lemak tinggi
  • Kencing manis
  • Tekanan darah tinggi
  • Sering stress
  • Kegemukan atau obesitas
  • Kurang gerak
  • Merokok, dan sebagainya.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved