Breaking News:

Alami Kebocoran Cairan Otak Pasca Tes Swab Mandiri, Begini Tanggapan Dokter Spesialis THT-KL

Berikut ini simak tanggapan Dokter Spesialis THT-KL mengenai kasus kebocoran otak pasca tes swab mandiri.

Freepik
Ilustrasi otak manusia-simak tanggapan Dokter Spesialis THT-KL mengenai kasus kebocoran otak pasca tes swab mandiri. 

TRIBUNHEALTH.COM - Beberapa waktu lalu beredar informasi mengenai salah seorang warga asal Amerika Serikat mengalami kondisi yang langka.

Pasalnya ia melakukan tes swab mandiri hingga berakibat membahayakan nyawanya.

Diketahui pasca tes swab mandiri tersebut, ia mengalami kejadian kebocoran cairan otak.

Baca juga: Deteksi Risiko Pendarahan pada Otak Pasca Kepala Anak Terbentur, Ini Ulasan dr. Zizky Yombana, Sp.S

Atas hal itu, Dokter Spesialis THT - Kepala & Leher, dr. Hemastia Manuhara Harba'i, Sp. THT-KL memberikan tanggapannya.

Berdasarkan penuturannya, bila melakukan tes swab dengan langkah yang tidak tepat memang bisa menyebabkan risiko kebocoran otak.

Ilustrasi otak manusia
Ilustrasi otak manusia (Freepik)

Menurutnya hal tersebut bisa terjadi, lantaran alat tes yang dimasukkan di dalam hidung terlalu menukik ke atas.

Karena sebenarnya yang dituju adalah nasofaring atau di belakang hidung.

Baca juga: Ilmuwan Singapura Kembangkan Pendeteksi RNA Virus Corona di Udara, Diklaim Lebih Efektif dari Swab

"Nasofaring itu letaknya ada di dasar paling ujung, jadi kita menyusuri dari bawah. Bukan dari atas," terangnya.

Selanjutnya, ia menyebutkan bahwa pada dasarnya tes swab tidak dianjurkan dilakukan secara mandiri tanpa bantuan dari tenaga kesehatan.

Melakukan pemeriksaan tes swab yang dibantu oleh tenaga medis
Melakukan pemeriksaan tes swab yang dibantu oleh tenaga medis (WARTA KOTA/NUR ICHSAN)

Baca juga: dr. Mustopa Sebut Batu Empedu Bisa Disebabkan Akibat Kandungan Bilirubin dan Kolesterol yang Tinggi

"Memang sejatinya swab itu tidak boleh dilakukan secara mandiri ya," ujarnya dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube KompasTV.

Mengingat pada umumnya tes swab dilakukan oleh seorang dokter.

Namun karena pandemi Covid-19, tak memungkinkan bila hanya dokter saja yang berhak melakukankanya.

Baca juga: dr. Rimawati Tedjasukmana Jelaskan Beberapa Penyakit yang Dapat Memengaruhi Kualitas Tidur Seseorang

Ilustrasi dokter.
Ilustrasi dokter. (Freepik.com)

Baca juga: Indonesia Dinyatakan Memiliki Tingkat Penularan Rendah, Jubir Vaksin Ingatkan Varian Baru Covid-19

Maka tindakan tes swab dilakukan oleh tenaga kesehatan lain, seperti perawat.

Tetapi bukan berarti, setiap orang bisa mengambil alih tugas tersebut.

Yaitu dengan melakukan tes swab secara mandiri.

Yang biasanya dilatarbelakangi oleh durasi dan biaya yang mahal, apabila dilakukan oleh tenaga medis.

Baca juga: Berbagai Organisasi Kesehatan Tegaskan Vaksin Covid-19 Tak Pengaruhi Pubertas dan Kesuburan Anak

Penjelasan Dokter Spesialis THT - Kepala & Leher, dr. Hemastia Manuhara Harba'i, Sp. THT-KL
ini dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube KompasTV, Senin 25/10/2021.

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved