Breaking News:

dr. Tan Shot Yen Ingatkan Bahaya Makanan Ultraproses, Hasil Penelitian Sebut Bisa Picu Penyakit

Makanan kemasan atau produk ultraproses dikaitkan dengan sejumlah risiko kesehatan jika dikonsumsi berlebihan

Pexels
Ilustrasi minuman ultraproses 

TRIBUNHEALTH.COM - Produk ultraproses merupakan makanan yang tak disarankan untuk dikonsumsi setiap hari.

Pasalnya produk ultraproses dikaitkan dengan beberapa masalah kesehatan.

Hal itu disampaikan oleh dr. Tan Shot Yen ketika menjadi narasumber dalam program Malam Minggu Sehat Tribunnews, Sabtu (9/10/2021).

dr. Tan Shot Yen menjelasakan hasil penelitian yang pernah diplublikasikan.

Partisipan dalam penelitian tersebut mengonsumsi lebih dari 25 persen makanan ultraproses setiap hari.

"Mempunyai asupan produk ultraproses sekitar hampir 25 persen dari makanan sehari-hari," papar dr. Tan diktuip TribunHealth.com.

Baca juga: Orangtua yang Kekurangan Cairan Akibat Diare, Bisa Berakibat Fatal Terhadap Ginjal

Baca juga: 3 Tips dr. Harrina Rahardjo Atasi Infeksi Kemih, Jangan Sampai Menjalar ke Ginjal

ilustrasi ginjal sehat
ilustrasi ginjal sehat (freepik.com)

Mereka meninggal lebih banyak karena penyakit tidak menular, yang berkaitan dengan gaya hidup.

dr. Tan Shot Yen menyebutkan antara lain, serangan jantung, hipertensi, dan stroke.

Menurutnya, hal ini menjadi peringatan mengenai bahaya produk ultraproses.

Lalu bagaimana dengan di Indonesia?

Angka penyakit tak menular di Indonesia juga meningkat pada tahun 2018 dibanding 2013.

Kenaikan tertinggi ada pada masalah ginjal yang hampir dua kali lipat.

Ilustrasi produk makanan ultraproses
Ilustrasi produk makanan ultraproses (Pixabay)

Baca juga: Apakah Pasien Gagal Ginjal Perlu Lakukan Cuci Darah? Begini Penjelasan dr. G. Iranita Dyantika R.

Baca juga: dr. Prasna Pramita, Sp.PD Sebut Dehidrasi pada Diare dapat Menyebabkan Gangguan pada Ginjal

Diikuti dengan penyakit lain seperti stroke, kanker, diabetes, dan hipertensi yang juga menunjukkan kenaikan.

Rupanya hal ini berkaitan dengan pola hidup, misalnya merokok, mengonsumsi alkohol, aktivitas fisik, serta konsumsi buah dan sayur.

"Lifestyle itu berpengaruh sekali," kata dr. Tan Shot Yen.

"BPS memberikan gambaran yang sangat ngeri... 30 persen pendapatan sehari-hari dihabiskan untuk produk makanan jadi," paparnya.

Hal ini juga didukung data Riskesdas, yang menunjukkan 95 persen orang Indonesia kurang mengoncumsi sayur dan buah.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved