Breaking News:

drg. Anastasia Beberkan Tujuan Pasien Memasang Kawat Gigi Hanya untuk Estetika

Menurut pandangan dokter gigi, posisi gigi geligi pada rahang bisa dikatakan hampir semua orang tidak ada posisi gigi geliginya persis sesuai idealnya

suar.grid.id
ilustrasi seseorang yang menggunakan kawat gigi 

TRIBUNHEALTH.COM - Seseorang yang datang ke dokter gigi dengan tujuan memasang kawat gigi adalah untuk estetika.

Menurut pandangan dokter gigi, posisi gigi geligi pada rahang bisa dikatakan hampir semua orang tidak ada posisi gigi geliginya persis sesuai idealnya.

Bisa dikatakan bahwa hampir semua orang membutuhkan proses perbaikan susunan gigi geligi pada rahang.

Hanya memang pasien datang ke dokter gigi apabila kondisi anomali gigi yang dialami terasakan sekali oleh pasien.

Meskipun ketika datang ke dokter gigi, dokter akan memeriksa satu persatu kondisi anomali yang dialami pasien.

ilustrasi seseorang yang menggunakan kawat gigi
ilustrasi seseorang yang menggunakan kawat gigi (suar.grid.id)

Baca juga: Tak Hanya Behel dan Invasilign, Berikut Berbagai Perawatan Ortodonti yang Perlu Diketahui

Pada kenyataannya tidak ada 100% pasien sempurna dengan kaidah ideal.

Bicara tentang anomali bisa dimulai dari gigi bercampur.

Gigi bercampur artinya didalam rongga mulut pasien, gigi susunya ebagian sudah berganti permanene, terutama anterior atau gigi depan.

Pada usia 7 tahun sudah bisa dimulai menggunakan kawat gigi.

Sebetulnya pemasangan kawat gigi pada anak bisa dimulai sejak memasuki fase gigi bercampur.

Pada rahang, terdapat lengkung rahang atas, lengkung rahang bawah dan terdapat hubungan antara gigi rahang atas dengan gigi geligi rahang bawah.

Baca juga: Cacing Kremi pada Anak Bisa Diatasi Sendiri, Berikut Ini Sejumlah Tips Agar Tak Terinfeksi Lagi

Perawatan ortodonsi berfungsi sebagai berikut:

- Mengatur posisi gigi geligi pada lengkung ideal, posisi gigi per individual terhadap inklinasi atau kemiringan idelanya.

- Mengatur apabila tidak hanya dento alfeolar atau kondisi gigi yang mengalami proses anomali tetapi termasuk yang terjadi apabila kelainan pada tulang rahang atas maupun rahang bawah.

Selain itu juga terhadap gangguan muscullar atau perototan bisa diperbaiki melalui tindakan perawatan ortodonsi.

Pada beberapa kasus misalkan scalital, membutuhkan tindakan operasi yang disebut dengan ortognatik.

Baca juga: Cara Membedakan Pikun Biasa dengan Pikun karena Demensia, Simak Penjelasan dr. Debby Amelia

Tidak hanya perapian gigi saja, tetapi juga perapian bentuk tulang melalui tindakan operatif.

Bahkan pada kondisi atau kasus tidak butuh operasipun, pengaturan posisi gigi geligi pada lengkung idelanya, pengaturan posisi individual gigi inklinasi atau kemiringan ideal otomatis akan membentuk tulang rahang menjadi lebih ideal.

Itulah mengapa pasien yang dirawat orto, bahkan tanpa operasi rahang terkait ortodonsi bentuk rahang seseorang akan lebih baik.

Ini disampaikan pada channel YouTube Warta Kota bersama dengan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati. Seorang dokter spesialis gigi. Jumat (13/11/2020)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved