Breaking News:

Dampak Bagi Pasangan Suami Istri yang Memilih Childfree, Simak Ulasan Psikolog Adib Setiawan M.Psi

Berikut ini simak sejumlah dampak bagi pasangan suami istri yang memilih Childfree menurut Psikolog Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi.

tribunnews.com
ilustrasi oragtua dan anak-simak sejumlah dampak bagi pasangan suami istri yang memilih Childfree menurut Psikolog Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi. 

Bisa saja kehidupannya tidak terlalu rukun-rukun amat.

Jadi pasangan suami istri seolah-olah hanya status. Itu bisa saja.

Baca juga: Perlukah Seseorang yang Memilih Childfree Berunding dengan Orangtua? Ini Kata Psikolog Adib Setiawan

Selanjutnya, mungkin ada kehidupan-kehidupan lain yang sebenarnya jauh lebih baik ketika tidak memiliki anak.

Jadi seseorang memutuskan Childfree, ini kan ada yang memang untuk membantu keluarga besar, keponakan, tetapi ada juga yang memang ingin mencari kesenangan sendiri.

Misalnya dia ingin mencari kehidupan yang bebas, yang tanpa aturan, dan lain-lain. Itu ada juga.

Ya tentunya tergantung dengan pribadi masing-masing.

Ilustrasi interaksi ibu dan anak yang mencerminkan kasih sayang
Ilustrasi interaksi ibu dan anak yang mencerminkan kasih sayang (batam.tribunnews.com)

Cuma yang jelas kalau tanpa anak, kehidupan rumah tangga terasa kurang sempurna. Karena manusia kan perlu mewariskan sesuatu.

Kalau dalam teorinya Sigmund Freud bahwa manusia itu punya insting hidup dan mati.

Insting hidup itu adalah orang berkomunikasi secara santun, orang mau menyelesaikan masalah dengan cara non kekerasan. Yaitu dengan komunikasi.

Termasuk insting hidup itu dengan adanya komunikasi, orang akan menghindari konflik termasuk untuk rumah tangga.

Baca juga: Childfree yang Diungkapkan oleh Perempuan Lebih Banyak Mengundang Kontra, Ini Tanggapan Psikolog

Karena banyak rumah tangga yang terjadi konflik karena kurang komunikasi.

Kemudian salah satu insting hidup adalah memiliki anak.

Dengan memiliki anak ini, seorang orangtua bisa mewujudkan cita-citanya yang belum tercapai.

Walaupun anak punya kebebasan ya untuk meuwujudkan apa yang diinginkan.

Tetapi paling tidak orangtua bisa mewarnai kehidupan anak, sehingga anak akan menjadi orang yang sesuai harapan orangtuanya.

Lain cerita kalau sepasang suami istri tidak memiliki anak.

ilustrasi pasangan suami istri
ilustrasi pasangan suami istri (Kompas.com)

Akhirnya kehidupannya hanya kehidupan rumah tangga, pertemanan, atau karir saja.

Padahal itu sebenarnya juga fatamorgana.

Maksudnya sebenarnya banyak orang yang akan menyesal karena itu.

Cuma yang jelas untuk di Indonesia, Childfree ini masih sangat sedikit.

Karena pandangannya masih kurang diterima dan bayi tabung masih sangat laku di Indonesia.

Baca juga: Pandangan Psikolog Adib Setiawan S.Psi., M.Psi. pada Masyarakat yang Tidak Setuju dengan Childfree

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved