Breaking News:

Tips Pakar Agar Stres Hilang saat Libur Kerja, Bangun Kebiasaan Baru yang Positif

Pakar menyebut, seseorang tetap bisa stres saat libur kerja karena punya kecenderungan ini

pixabay.com
Ilustrasi manfaat liburan untuk kesehatan mental 

TRIBUNHEALTH.COM - Baru-baru ini, beberapa perusahaan memberikan waktu istirahat bagi para karyawan setelah satu setengah tahun bekerja keras di bawah tekanan pandemi.

Sebut saja, Nike, LinkedIn, juga aplikasi kencan Bumble.

Mereka masing-masing memberikan libur satu minggu penuh bagi para karyawan, dilansir TribunHealth.com dari CNBC, Jumat (3/9/2021).

Perusahaan mendorong karyawan untuk benar-benar meninggalkan pekerjaan sementara.

Namun direktur senior American Psychological Association, Lynn Bufka, mengatakan ada kecenderungan seseorang tetap terfokus pada tugas lain yang bisa memicu stressor.

Baca juga: 4 Tips untuk Dapatkan Power Nap, Tidur Siang Berkualitas untuk Tingkatkan Produktivitas Kerja

Baca juga: Bukan Kopi, Pakar Sebut Tidur Siang Lebih Bermanfaat Atasi Kantuk dan Lelah saat Bekerja

ilustrasi waktu bersantai saat libur kerja
ilustrasi waktu bersantai saat libur kerja (kompas.com)

Maksudnya, meski libur bekerja, berbagai tugas dan peran lain dalam hidup tetap bisa memicu stres.

Akibatnya, stres dan kelelahan tetap terjadi meski mendapat satu minggu libur.

Terkait hal ini, Lynn Bufka menyarankan untuk mengidentifikasi stressor.

Beberapa hal yang perlu diidentifikasi antara lain:

  • Seperti apa suasana hatiku secara umum saat ini?
  • Bagaimana saya berinteraksi dengan orang-orang yang dekat dengan saya, di rumah dan di tempat kerja?
  • Apakah saya merasa kewalahan atau stres dalam satu bidang kehidupan saya lebih dari yang lain?
  • Kebiasaan buruk apa yang ingin saya hentikan?
  • Kebiasaan baik apa yang ingin saya bangun?

Berikutnya, temukan kebiasaan baru yang secara langsung dapat membantu memerangi masing-masing stres — seperti berjalan-jalan, memasak lebih banyak di rumah, menata kembali lemari, atau tidur setidaknya delapan jam per malam.

Baca juga: Gejala dan Cara Mengatasi Tonsilitis, NHS Sebut Perlu Banyak Istirahat Kerja

Baca juga: Normalkah Perasaan Cemas dan Pikiran Negatif jika Tak Mengulang Pekerjaan? Simak Kata Adib Setiawan

ilustrasi bekerja
ilustrasi bekerja (Pixabay.com)

Bufka merekomendasikan untuk membangun kebiasaan itu ke dalam rutinitas selama waktu libur.

Setel pengingat kalender untuk memastikan pengingat itu tetap ada, katanya, agar tidak hilang begitu kembali bekerja.

“Saya mendorong orang untuk berpikir secara mikro sehingga mereka dapat membangun kebiasaan baru saat kembali bekerja,” katanya.

“Dapatkah mereka menjadwalkan ke dalam hari kerja mereka kebiasaan yang dibangun selama bekerja-dari-rumah dan waktu istirahat?”

Bufka juga mencatat bahwa istirahat kesehatan mental yang sukses di seluruh perusahaan dimulai dari atas ke bawah.

Dia merekomendasikan agar kepemimpinan menghindari pengiriman email terkait pekerjaan selama waktu istirahat, untuk memberi contoh harapan bagi karyawan.

Staf mengatakan dia senang memimpin dengan memberi contoh.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

 
Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved