Breaking News:

Angina, Nyeri di Dada Akibat Berkurangnya Aliran Darah ke Jantung, Ada yang Pemicunya Tak Terduga

Berikut ini pemaparan NHS mengenai penyakit angina atau nyeri pada bagian dada

kompas.com
ilustrasi mengalami nyeri dada 

TRIBUNHEALTH.COM - Angina adalah kondisi nyeri dada yang disebabkan berkurangnya aliran darah menuju jantung.

Angina tak mengancam jiwa.

Hanya saja, kondisi ini menjadi tanda peringatan lebih berisiko terkena serangan jantung atau stroke, sebagaimana diberitakan TribunHealth.com dari laman resmi National Health Service (NHS) Inggris.

Secara umum ada 2 jenis angina sebagai berikut.

  • Angina stabil (lebih umum), memiliki pemicu (seperti stres atau olahraga) dan berhenti dalam beberapa menit istirahat.
  • Angina tidak stabil (lebih serius), serangan yang lebih tidak terduga (mungkin tidak memiliki pemicu) dan dapat berlanjut meskipun istirahat.

Beberapa orang mengalami angina tidak stabil setelah mengalami angina stabil.

Baca juga: dr. Siswo Putranto Santoso Jelaskan Kasus Meninggal Mendadak saat Bersepeda, Jantung Dipacu Berat

ilustrasi nyeri dada
ilustrasi nyeri dada (kompas.com)

Beberapa gejala angina di antaranya:

  • Dada terasa kencang, tumpul, atau berat – dapat menyebar ke lengan, leher, rahang, atau punggung
  • Dipicu oleh aktivitas fisik atau stres
  • Berhenti dalam beberapa menit istirahat
  • Terkadang mungkin ada gejala lain, seperti merasa sakit atau sesak napas.

Angina bisa dikontrol, sehingga tak sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca juga: Benarkah Kolesterol Tinggi Menyebabkan Kematian Mendadak? Simak Penjelasan Dokter Berikut

Baca juga: Penyakit Jantung Koroner Seringkali Jadi Penyebab Kematian Mendadak, Dokter Jelaskan Ciri-cirinya

Ilustrasi nyeri pada dada
Ilustrasi nyeri pada dada (jogja.tribunnews.com)

Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut.

  • Diet seimbang
  • Mengurangi alkohol
  • Berhenti merokok jika Anda merokok
  • Menurunkan berat badan jika Anda kelebihan berat badan
  • Berolahraga secara teratur – olahraga ringan biasanya aman

Baca juga: Saya Tiba-tiba Berdebar saat Berdiri Mendadak, Apakah Jadi Tanda Sakit Jantung Dok?

Selain angina, beberapa langkah tersebut juga bermanfaat untuk menghindari risiko jantung dan stroke.

Dengan demikian kualitas hidup akan menjadi lebih baik.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved