Breaking News:

Penyakit Paru-paru dan Covid-19, Mana yang Lebih Berbahaya? Simak Ulasan Dokter Berikut Ini

Berikut ini simak penjelasan dokter mengenai penyakit paru-paru dan Covid-19 yang perlu diketahui

Freepik.com
Ilustrasi dokter 

TRIBUNHEALTH.COM - Virus Covid-19 bisa mempengaruhi sistem pernapasan seseorang dalam banyak cara.

Setiap orang yang terinfeksi virus ini juga akan memiliki tingkat keparahan yang berlainan.

Faktor yang berpengaruh antara lain sistem imun, umur, dan komorbiditas atau keberadaan penyakit penyerta.

Pasien yang memiliki penyakit paru khususnya harus mewaspadai infeksi Covid-19.

Baca juga: Beberapa Cara Merawat Kesehatan Paru-paru saat Pandemi dari dr. Edward Pandu Wiriansya, Sp.P(K)

Sebab, penderita paru Covid-19 lebih berisiko besar mengalami sakit parah ketika terjangkit virus ini.

Namun di antara keduanya, mana yang lebih berbahaya?

Dilansir TribunHealth.com dari tayangan YouTube TribunTimur, dr. Edward Pandu Wiriansya, Sp.P(K) memberikan tanggapannya.

Berdasarkan penuturan Edward, penyakit Covid-19 merupakan bagian dari infeksi penyakit paru-paru.

Baca juga: Benarkah Invermectin Efektif Sebagai Obat Terapi COVID-19? Begini Kata Ketua Perhimpunan Dokter Paru

Ilustrasi - paru-paru
Ilustrasi - paru-paru (pixabay.com)

Baca juga: Kenali Penyakit TBC (Tuberkulosis) dari Penyebab, Gejala hingga Pemeriksaan yang Harus Dilakukan

Bahkan terdapat suatu penyakit paru-paru yang lebih parah dari Covid-19 yang memiliki risiko angka kematian yang lebih tinggi.

Yaitu penyakit Tuberkulosis (TB) yang juga dikenal dengan singkatan TBC.

Berbeda dengan Covid-19, TB lebih perlahan-lahan merusak seluruh sistem pernapasan paru-paru.

"Kalau Covid-19 itu lebih cepat, makanya jadi pandemi."

"Karena hanya dalam hitungan hari, Covid-19 bisa merusak sistem paru-paru. Berbeda dengan kasus TB."

"TB baru bisa merusak dalam hitungan bulan, bahkan tahun," imbuh Edward.

ilustrasi tbc
ilustrasi tbc (kompas.com)

Sehingga banyak orang menganggap, bahwa TB bukan merupakan penyakit yang berbahaya bila dibandingkan dengan Covid-19.

"Padahal faktanya menurut data, angka kematian tertinggi lebih banyak dilaporkan akibat penyakit TB paru," papar Edward.

Baca juga: Paparan Gadget, Bisa Sebabkan Anak Alami Gangguan Keterlambatan Bicara, Ini Penjelasan Dokter

Baca juga: Dokter Sebut Perbedaan Gejala Covid-19 Dipengaruhi oleh Daya Tahan Tubuh, Begini Penjelasannya

Penjelasan dr. Edward Pandu Wiriansya, Sp.P(K) ini dikutip dari tayangan YouTube Tribun Timur, dalam program Ngobrol Sehat, 20 September 2020.

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved