Breaking News:

Tak Hanya Delta dan Kappa, WHO Mulai Perhatikan Virus Corona Varian Lambda, Diyakini Lebih Menular

Virus corona varian lambda merupakan mutasi yang pertama kali terindentifikasi di Peru

tribunnews.com
Ilustrasi virus corona varian lambda 

TRIBUNHEALTH.COM - Belum selesai dengan virus corona varian delta dan kappa, kini heboh soal varian lambda.

Beberapa laporan menunjukkan varian ini bisa menyebar lebih cepat dan sulit diatasi dengan vaksin.

Diberitakan TribunHealth.com dari ABC News, varian C.37 alias lambda pertama kali terdeteksi di Peru pada Desember 2020.

Sejak saat itu varian lambda menyebar ke 29 negara, tujuh di antaranya berada di Amerika Selatan.

Pada bulan April dan Mei tahun ini, lambda menyumbang lebih dari 80 persen kasus COVID-19 di Peru, dengan proporsi kasus yang tinggi ada di Chili, Argentina, dan Ekuador.

Pada 14 Juni, lambda masuk sebagai varian yang menjadi fokus Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) karena penyebarannya yang luas di Amerika Selatan.

Baca juga: Ketika Ibu Hamil Disuntik Vaksin Covid-19, Apakah Janin juga Membentuk Antibodi Dok?

Ilustrasi virus corona.
Ilustrasi virus corona. (Freepik.com)

Varian ini berpotensi lebih menular dan parah.

Tetapi belum memiliki dampak yang menghancurkan.

Pada 23 Juni, Kesehatan Masyarakat Inggris mengklasifikasikannya sebagai 'varian yang sedang diselidiki', setelah enam kasus terdeteksi di Inggris hingga saat ini, yang semuanya terkait dengan perjalanan ke luar negeri.

Apa yang membedakannya dengan varian lainnya?

Halaman
12
Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved