Breaking News:

Kak Seto Bagikan Pengalaman Melawan Pembesaran Prostat, Gejala Utama Sulit Buang Air Kecil

Untuk memastikan masalah yang dialami, Kak Seto harus melakukan operasi biopsi

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Indonesia Seto Mulyadi berbicara kepada wartawan sebelum menerima perwakilan orangtua korban vaksin palsu di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Jakarta, Sabtu (16/7/2016). LPA Indonesia akan menyampaikan tuntutan-tuntutan korban vaksin palsu kepada pihak-pihak terkait termasuk Presiden Joko Widodo. 

TRIBUNHEALTH.COM - Psikolog Seto Mulyadi membagikan pengalamannya ketika mengalami masalah kelenjar prostat.

Pengalaman itu ia bagikan dalam program Ayo Sehat Kompas TV edisi Rabu (16/6/2021).

Pria yang akrab disapa Kak Seto itu mulanya merasa sulit buang air kecil pada Januari 2021.

"Dan kadang-kadang agak sakit begitu. Agak sering begitu karena kadang-kadang tidak tuntas buang airnya," katanya, dikutip TribunHealth.com.

Karena hal itu, Kak Seto kerap terbangun pada malam hari untuk buang air kecil.

Kasus tersebut turut berimbas pada kesehatan Kak Seto karena kualitas istirahat yang berkurang.

Baca juga: Dokter Jelaskan Dampak Kurang Tidur, Lebih Berisiko Terkena Kanker Payudara dan Masalah Prostat

Baca juga: Dokter Spesialis Urologi Jelaskan Masalah Prostat yang Kerap Muncul Seiring Bertambahnya Usia

Ilustrasi masalah prostat
Ilustrasi masalah prostat (health.kompas.com)

"Istri dan keluarga mendorong supaya saya segera konsultasi ke dokter," paparnya.

Kemudian dokter melakukan operasi biopsi untuk memastikan penyakit yang menyerang Kak Seto.

"Setelah diumumkan ternyata bukan kanker, Alhamdulillah," paparnya.

Rupanya, apa yang dialaminya hanya pembesaran kelenjar prostat.

Setelah melakukan serangkaian pengobatan, kini kondisinya sudah dalam keadaan baik.

Ketika ditelusuri, Kakek Kak Seto juga pernah mengalami masalah serupa.

Baca juga: Prostat Semakin Besar Seiring Bertambahnya Usia? Simak Penjelasan Dokter Penyakit Dalam Berikut Ini

Baca juga: Begini Pengobatan Gangguan Prostat yang Memengaruhi Kehidupan Seksual Menurut Medical Sexologiest

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Seto Mulyadi hadir dalam media talk di Kementrian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (15/3/2019). Acara tersebut membahas cara pencegahan, pendampingan, pemulihan, dan penguatan oleh kelembagaan lembaga layanan terhadap perempuan dan anak yang memerlukan perlindungan khusus.
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Seto Mulyadi hadir dalam media talk di Kementrian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (15/3/2019). Acara tersebut membahas cara pencegahan, pendampingan, pemulihan, dan penguatan oleh kelembagaan lembaga layanan terhadap perempuan dan anak yang memerlukan perlindungan khusus. (TRIBUNNEWS/MUHAMMAD FADHLULLAH)

Hal ini sesuai dengan apa yang dipaparkan Dokter Spesialis Urologi, Johannes Aritonang.

Pada kesempatan yang sama, dia menyebut masalah prostat bisa diturunkan dari orangtua ke anak.

"Kalau di keluarga itu ada riwayat, ayah atau kakeknya terdiagnosa dengan prostat jinak ataupun ganas, itu biasanya memiliki risiko 2 sampai 2,5 kali lipat pada anaknya," paparnya.

Karenanya, ketika ada riwayat dalam keluarga, perlu untuk melakukan pemeriksaan dini.

Baca artikel lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved