Breaking News:

Tiga Faktor Risiko Keguguran saat Hamil Muda menurut Dokter Ari Ayat Santiko, Sp. OG

Berikut ini simak berbagai faktor risiko keguguran saat hamil muda yang perlu diketahui.

Kompas.com
ilustrasi ibu hamil. 

TRIBUNHEALTH.COM - Setiap kehamilan memiliki risiko keguguran.

Terutama pada kehamilan dibawah usia 20 minggu atau biasa disebut dengan keguguran saat hamil muda.

Dikutip TribunHealth.com dari tayangan YouTube Tribun Health, keguguran saat hamil muda merupakan lepasnya hasil konsepsi dibawah usia kehamilan 20 minggu.

Namun tahukah Anda apa saja faktor risikonya?

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dr. Ari Ayat Santiko, Sp. OG bersedia menjelaskan.

Baca juga: Apa saja Tanda-tanda Keguguran Dok?

Baca juga: Bagaimana Cara Mencegah Keguguran pada Kehamilan Usia Muda Dok?

Baca juga: Mengenal Definisi Keguguran saat Hamil Muda dan Penyebabnya dari dr. Ari Ayat Santiko, Sp. OG

Berdasarkan penjelasan Ari, faktor risiko penyebab keguguran saat hamil muda bisa disebabkan oleh berbagai hal.

Di antaranya yaitu:

1. Penyakit kronis

Ilustrasi alami keguguran.
Ilustrasi alami keguguran. (Kompas.com)

Ari menjelaskan, bila ibu hamil memiliki penyakit kronis, maka bisa menyebabkan keguguran.

Misalnya yaitu memiliki penyakit hipertensi atau diabates.

Oleh sebab itu, ia mengatakan, ibu hamil yang memiliki penyakit tersebut perlu segera mendapatkan penanganan.

"Bila ibu hamil punya penyakit kronis, seperti hipertensi atau penyakit gula."

"Itu harus diperbaiki," imbuhnya.

2. Keguguran berulang

Ilustrasi alami keguguran.
Ilustrasi alami keguguran. (Kompas.com)

Bila seorang ibu hamil telah memiliki riwayat keguguran, maka risiko untuk mengalami keguguran akan lebih besar lagi.

3. Mengalami demam tinggi

Ilustrasi ibu hamil yang sedang mengalami flu
Ilustrasi ibu hamil yang sedang mengalami flu (m.tribunnews.com)

Pada ibu hamil yang memiliki demam tinggi, serta batuk dan pilek, maka segera mendapatkan pengobatan.

Pasalnya demam yang tinggi pada saat kehamilan muda, dapat berisiko mengakibatkan pendarahan.

Oleh sebab itu, Ari menyebutkan, ibu hamil perlu mengetahui berbagai faktor risiko keguguran.

Sehingga ibu hamil bisa mengetahui cara penanganan yang sesuai.

"Jadi kita harus melihat faktor-faktor risikonya. Baru kita mengobati," sambung Ari.

Baca juga: Waspada Ibu Hamil Rentan Alami Ambeien, Begini Penjelasan dr. Erwin Syarifuddin, SpB-KBD

Baca juga: Perubahan Hormon Ibu Hamil Sebabkan Gigi Sensitif, Begini Penjelasan drg. Sri Pamungkas Sigit N.

Baca juga: Jangan Khawatir Wasir saat Hamil, Dokter Jelaskan Cara Mengobatinya 

Penjelasan dr. Ari Ayat Santiko, Sp. OG ini dikutip dari tayangan YouTube Tribun Health, Sabtu (5/6/2021).

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved