Breaking News:

Simak Penjelasan Dokter Mengenai Badai Sitokin, Penyebabnya Tak Hanya Covid-19

Badai sitokin bisa berakibat fatal berupa gagal fungsi hingga beberapa organ sekaligus

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
ILUSTRASI PERAWATAN COVID-19 - Tenaga medis melakukan Simulasi Kesiapsiagaan Penanganan Virus Corona (Covid-19), di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA), Jalan KH Wahid Hasyim (Kopo), Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (13/3/2020). Simulasi tersebut sebagai langkah kesiapsiagaan Kota Bandung untuk mengatasi penyebaran wabah virus corona. 

TRIBUNHEALTH.COM - Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Jeffri Aloys Gunawan, berbicara mengenai badai sitokin dalam program Ayo Sehat Kompas TV, yang tayang di YouTube pada 27 Mei 2021.

dr Jeffri menyebut badai sitokin sebenarnya adalah respon imunitas tubuh yan berlebihan.

"Penyebabnya itu pertama ada infeksi, salah satunya Covid-19," katanya dikutip TribunHealth.com.

Kendati demikian, sebenarnya badai sitokin bisa disebabkan oleh infeksi yang lain.

Satu yang dicontohkan dr Jeffri adalah virus influenza.

Selain itu, badai sitokin juga bisa terjadi karena penyebab non infeksi.

Baca juga: Simak Ulasan Dokter Mengenai Kehamilan di Masa Pandemi Covid-19

Baca juga: Apakah Orang dengan Riwayat Alergi Boleh Ikut Vaksin Covid-19? Berikut Ulasan Juru Bicara Vaksin

ILUSTRASI Perawatan Covid-19 --- Seorang pasien memeriksakan gigi pada dokter gigi Roosanti Nurwinda Purisari di RS Manyar Medical Center (RS MMC), di Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (19/6/2020). Adanya pandemi virus corona (Covid-19) membuat masyarakat enggan ke rumah sakit demi mengurangi kemungkinan terpapar Covid-19. Untuk menutup biaya operasional, rumah sakit harus mencari dana pinjaman dan mengajukan penundaan cicilan alat-alat rumah sakit di bank. Surya/Ahmad Zaimul Haq
ILUSTRASI Perawatan Covid-19 --- Seorang pasien memeriksakan gigi pada dokter gigi Roosanti Nurwinda Purisari di RS Manyar Medical Center (RS MMC), di Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (19/6/2020). Adanya pandemi virus corona (Covid-19) membuat masyarakat enggan ke rumah sakit demi mengurangi kemungkinan terpapar Covid-19. Untuk menutup biaya operasional, rumah sakit harus mencari dana pinjaman dan mengajukan penundaan cicilan alat-alat rumah sakit di bank. Surya/Ahmad Zaimul Haq (tribunnews.com/Surya/Ahmad Zaimul Haq)

"Itu biasanya penyebab selain kuman-kuman ya. Contohnya kanker, atau autoimun, itu juga bisa menyebabkan badai sitokin," tandasnya.

Akibat respon tubuh yang berlebihan, akan muncul peradangan atau inflamasi.

Peradangan ini yang kemudian bisa menyebabkan gangguan fungsi organ tubuh.

Tak hanya satu, dr Jeffri menyebut organ yang terdampak bisa beberapa sekaligus.

"Sehingga terjadi kegagalan organ," tandasnya.

Beberapa gejala badai sitokin yang muncul antara lain sebagai berikut.

Baca juga: Benarkah Menerima Paket Online bisa Menularkan Virus Covid-19? Berikut Ulasan Dokter

Baca juga: Pengaruh Virus Covid-19 Terhadap Dunia Kedokteran Gigi

Ilustrasi demam karena badai sitokin
Ilustrasi demam karena badai sitokin (jogja.tribunnews.com)
  1. Demam dan menggigil
  2. Kelelahan
  3. Pembengkakan
  4. Mual dan muntah
  5. Nyeri otot dan persendian
  6. Sakit kepala
  7. Ruam
  8. Batuk
  9. Sesak napas
  10. Napas cepat
  11. Kejang
  12. Kesulitan mengoordinasikan gerakan
  13. Kebingungan dan halusinasi
  14. Kelesuan dan daya tanggap yang buruk
Ilustrasi covid-19 yang mengintai manusia
Ilustrasi covid-19 yang mengintai manusia (Pixabay.com)

Baca juga: Wamenkes Ungkap Dua Penyebab Kenaikan Kasus Covid-19 Pasca-Lebaran

Baca juga: Serba-serbi Vaksinasi Covid-19, Berikut Penjelasan Dokter Spesialis Vaksinolog

dr Jeffri mengatakan beberapa gejala itu bisa muncul sekaligus.

"Terkadang juga ada gejala dari kerusakan organnya."

"Contohnya misalnya yang rusak organ hati. Dia akan mengalami gejala mata kuning, muntah-muntah."

"Kalau yang rusak organ ginjal, kencingnya jadi sedikit. Kemudian pasien akan mengalami kenaikan fungsi dari ginjal."

"Jadi gejalanya bisa banyak karena dia melibatkan banyak organ," tandasnya.

Baca artikel lain seputar kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved