Breaking News:

Dokter Sebut Gangguan Disleksia Dipengaruhi Faktor Genetik, Bisa Diwariskan dari Orangtua

Dokter Wiyarni Pambudi menjelaskan 50 persen anak bisa mengalami disleksia jika orangtuanya mengalami maslaah tersebut

Pixabay
Ilustrasi anak kesulitan membaca karena disleksia 

TRIBUNHEALTH.COM - Dokter Wiyarni Pambudi menyebut satu di antara faktor penyebab seorang anak mengalami disleksia adalah faktor genetik.

Artinya, anak membawa gen disleksia dari hubungan darah keluarganya.

Hal itu ia paparkan dalam program Ayo Sehat Kompas TV yang tayang pada Selasa (1/6/2021).

"Iya, betul (dipengaruhi genetik)," paparnya, dikutip TribunHealth.com.

Karenanya, ketika assesmen untuk menegakkan diagnosis, dokter akan mencari tahu riwayat keluarga yang juga mengalami kondisi yang sama.

"Biasanya kalau memang orangtua yang disleksia, itu 50 persen anaknya juga mengalami disleksia," tandasnya.

Baca juga: Bahas Kesalahan dalam Pemberian Obat, Dokter Sebut Banyak Orang Salah dalam Membaca Resep

Baca juga: Ini Pentingnya Mengajarkan Cara Menjaga Kesehatan Gigi pada Anak

Ilustrasi anak kesulitan membaca karena disleksia
Ilustrasi anak kesulitan membaca karena disleksia (Pixabay)

Disleksia sendiri merupakan gangguan pada pemrosesan bahasa.

Gangguan bisa berupa kesulitan mengenali dan memahami kata, mengeja, membaca, atau yang lainnya.

Kendati demikian, disleksia bukan termasuk sebagai penyakit.

Pada akhirnya, gangguan ini akan turut berimbas pada kesulitan belajar anak di sekolah.

dr Wiyarni menjelaskan perbedaan disleksia dengan keterlambatan membaca dan menulis biasa.

Baca juga: Orang Tua Perlu Tahu, Psikolog Jelaskan Dampak yang Ditimbulkan karena Melakukan Kekerasan pada Anak

Baca juga: Apa saja Jenis Kekerasan pada Anak? Berikut Jawaban Psikolog

Ilustrasi disleksia, gangguan bahasa pada anak
Ilustrasi disleksia, gangguan bahasa pada anak (Freepik)

"Tentu kita harus mengetahui dulu, kapan seorang anak menguasai keterampilan membaca dan menulis," paparnya.

"Umumnya di usia-usia sekolah dasar awal, umur 6-7 tahun anak sudah mengenal huruf, kemudian belajar membaca, dan seterusnya," tandasnya.

Kendati demikian, anak yang mengalami disleksia biasanya sudah menampakkan gangguan bahasa ekspresif pada usia di bawah 3 tahun.

Dibandingkan anak seusianya, dia akan menunjukkan aspek berbahasa yang tertinggal.

Baca artikel lain seputar kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Penulis: anrosikin
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved