Breaking News:

Pakar Imunisasi Imbau Masyarakat Jujur Soal Kondisi Kesehatan Sebelum Divaksin

Berikut ini simak informasi mengenai vaksinasi Covid-19 yang penting untuk diketahui.

tribunnews.com
ilustrasi vaksinasi Covid-19. 

TRIBUNHEALTH.COM - Seiring dilaksanakannya program vaksinasi Covid-19, pemerintah telah melakukan upaya hati-hati dan pengawasan terus menerus demi melindungi masyarakat.

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) adalah kejadian medis yang diduga terkait dengan vaksinasi.

Kejadian KIPI serius yang diduga terkait vaksin AstraZeneca baru-baru ini telah terkonfirmasi tidak berkaitan langsung dengan vaksin tersebut.

Atas hal tersebut, Pakar Imunisasi dr. Jane Soepardi menghimbau masyrakat untuk jujur terhadap kondisi kesehatan sebelum divaksin.

Baca juga: Kementerian Kesehatan RI: Efektivitas Vaksin Sinovac Turunkan Risiko Infeksi COVID-19

Baca juga: Benarkah Menerima Paket Online bisa Menularkan Virus Covid-19? Berikut Ulasan Dokter

Baca juga: Apakah Covid-19 Merupakan Pneumonia Pertama yang Disebabkan oleh Virus Dok?

Dikutip TribunHealth.com dari situs resmi Covid19.co.id, Jane menjelaskan, bila masyarakat terus terang terhadap kondisi kesehatan yang dialami, mampu membantu proses kelancaran program vaksinasi.

"Sebetulnya kalau masyarakat jujur mengatakan ada masalah kesehatan, akan sangat membantu sekali."

"Apabila sakit, sebaiknya kita berobat terlebih dahulu sebelum divaksinasi."

"Karena vaksinnya takutnya nanti mubazir di dalam tubuh kita sehingga tidak efektif membentuk antibodi." jelasnya.

Pasalnya, kata Jane, apabila seseorang jatuh sakit dan diduga terkait vaksinasi bisa memperlama program vaksinasi.

Vaksin AstraZeneca paling Banyak Digunakan di Dunia

Ilustrasi vaksin AstraZeneca batch CTMAV547
Ilustrasi vaksin AstraZeneca batch CTMAV547 (Tribunnews.com)

Lebih lanjut Jane mengungkapkan, vaksin AstraZeneca adalah vaksin yang saat ini paling banyak digunakan di seluruh dunia.

Jumlah kasus global saat ini pun sudah mulai menurun karena adanya program vaksinasi global saat ini.

"Kasus Covid-19 seperti di Amerika dan Eropa yang dulunya tinggi, kini sudah turun," terangnya.

Kendati demikian, ia menegaskan, vaksin tidak bisa melindungi tubuh 100 % dari paparan virus Covid-19.

Oleh sebab itu, ia menghimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga protokol kesehatan.

"Harus diingat juga oleh masyarakat, kemungkinan kita tertular Covid-19 masih ada karena vaksin tidak memproteksi kita seratus persen."

"Artinya kita tetap harus menjaga protokol kesehatan untuk menjaga diri kita dan orang lain," tutup Jane.

Baca juga: 6 Fakta Vaksinasi Gotong Royong yang Diberikan Gratis untuk Karyawan

Baca juga: Dokter Jelaskan Cara Meminimalisir Efek Samping Vaksinasi COVID-19, Begini Penjelasannya

Baca juga: Serba-serbi Vaksinasi Covid-19, Berikut Penjelasan Dokter Spesialis Vaksinolog

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved