Breaking News:

Dokter Spesialis Ortodontik Jelaskan Perawatan pada Gigi Berlubang Sebelum Memasang Kawat Gigi

Penggunaan kawat gigi dilakukan pada pasein yang memiliki keluhan gigi tidak rapi atau berantakan.

NET
Ilustrasi - Penggunaan kawat gigi 

TRIBUNHEALTH.COM - Kawat gigi merupakan alat yang digunakan untuk merawat gigi pasien dengan keluhan gigi yang tidak rapi atau berantakan.

Pemasangan kawat gigi sebaiknya dilakukan oleh seseorang yang profesional dalam pemasangan kawat gigi yaitu dokter spesialis ortodonti.

Sebelum melakukan pemasangan kawat gigi harus diperhatikan terlebih dahulu bahwa giginya memiliki gigi yang sehat.

Namun bagaimana jika ingin melakukan pemasangan kawat gigi terdapat gigi berlubang dan terdapat sisa akar pada gigi?

Dilansir TribunHealth.com, Dokter Spesialis Ortodontik, drg. Citra Paramita menanggapi pertanyaan @yuanithamoet dan @thalitadewan terkait perawatan pada gigi berlubang dan sisa akar gigi untuk pemasangan kawat gigi dalam tayangan Kompas TV program Sapa Indonesia Pagi (21/05/2021).

Penggunaan kawat gigi atau behel harus diperhatikan dan dirawat case by case.

Baca juga: Jangan Asal Pasang Kawat Gigi, Simak Penjelasan Dokter Berikut Ini

Baca juga: Dokter Tegaskan Bahaya Pasang Kawat Gigi Sembarangan, Bisa Memutus Syaraf dan Bikin Gigi Mati

"Memang kalo keadaan giginya mungkin dalam keadaan maloklusi, dimana gigi tersebut memiliki posisi yang tidak baik seperti berjejal, berdesakan (crowding), atau posisi giginya maju, akan mempengaruhi profil wajah seseorang," terang drg. Citra.

ilustrasi pemasangan kawat gigi
ilustrasi pemasangan kawat gigi (kompas.com)

Apabila pada kondisi gigi berjejal parah dan terdapat gigi yang infeksi sebelum pemasangan kawat gigi, maka akan dilakukan pencabutan gigi pada gigi infeksi tersebut.

Karena space pada gigi infeksi yang cabut tersebut akan dipakai untuk meratakan giginya.

Untuk kasus giginya sudah cukup rapi atau ternyata gigi berjejalan tidak terlalu parah dan ada gigi berlubang dengan space yang ditimbulkan terlalu besar, akan dipertimbangkan untuk dipasang gigi palsu.

"Karena takutnya apabila kita lakukan penutupan ruangan dengan perawatan ortho atau kawat gigi, khawatirnya malah tidak seimbang digitannya," terang drg. Citra.

"Jadi memang harus dilihat dulu case by casenya," lanjutnya.

"Biasanya pada kasus perawatan ortho atau kawat gigi apabila terdapat ada gigi yang berlubang apalagi sisa akar, maka akan dilakukan pembersihan," jelas drg. Citra.

Baca juga: Bagaimana Solusi Mengatasi Gigi Berlubang Dok?

Baca juga: Apakah Penggunaan Kawat Gigi Dapat Mengubah Bentuk Rahang, Dok?

Ilustrasi gigi depan yang berlubang
Ilustrasi gigi depan yang berlubang (manado.tribunnews.com)

Pembersihan tersebut bisa dilakukan dengan menambal gigi atau dilakukan perawatan pada saluran akar gigi.

"Gigi yang masih bisa dipertahankan akan dilakukan penambalan gigi."

"Namun apabila tinggal sisa akar saja, saya akan lebih menyarankan untuk melakukan pencabutan," jelas drg. Citra.

"Karena bagaimanapun juga, sisa akar ini merupakan portal untuk terjadinya infeksi," tegasnya.

Pemakaian kawat gigi dengan kebersihan yang kurang akan menyebabkan pengguna kawat gigi lebih rentan terhadap food infeksi.

Kondisi ini di khawatirkan akan memicu infeksi di gigi tersebut.

Baca juga: Mengenal Gigi Berlubang dan Penyebabnya, Awalnya Tak Sebabkan Rasa Sakit Sama Sekali

Baca juga: Dok, Adakah Perawatan Lain Merapikan Gigi Selain Penggunaan Kawat Gigi?

ilustrasi pemakaian kawat gigi
ilustrasi pemakaian kawat gigi (tribunnews.com)

"Jadi saran saya, memang dilakukan pencabutan pada gigi yang sisa akar. Kemudian pada rahang atas, apabila masih ada space yang lebar dan tidak mengganggu gigitan pada rahang bawahnya biasanya bisa melakukan space closure," ungkap drg. Citra.

Space closure bisa dilakukan dengan perawatan ortodonti atau di tutup ruangannya dengan perawatan ortodonti.

"Tapi jika tidak ada benih gigi belakangnya bisa diganti dengan gigi palsu," tegas drg. Citra.

Penjelasan ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Ortodontik, drg. Citra Paramita dalam tayangan Kompas TV program Sapa Indonesia 21 Mei 2021.

Baca juga: Minimal Usia Berapa Anak Boleh Behel Gigi Dok?

Baca juga: Tips Agar Terhindar dari Gigi Berlubang, Rajin Sikat Gigi hingga Penuhi Asupan Nutrisi

Baca berita lain seputar kesehatan di sini

(Tribunhealth.com/Irma Rahmasari)

Penulis: Irma Rahmasari
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved