Breaking News:

Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan Sebutkan Gejala dan Efek Samping Vaksin AstraZeneca

Batch CTMAV547 adalah bagian dari 3,8 juta dosis vaksin astrazeneca yang diterima.

megapolitan.kompas.com
Ilustrasi vaksinasi AstraZeneca batch CTMAV547 

TRIBUNHEALTH.COM - Batch CTMAV547 adalah bagian dari 3,8 juta dosis vaksin astrazeneca yang diterima.

Vaksin CTMAV547 kurang lebih berjumlah 448.000 dosis yang saat ini ditunda sambil menunggu hasil pembuktian bahwa kondisi vaksin ini dalam kondisi baik.

Tentunya pelaksanaan vaksinasi menggunakan vaksin astrazeneca tetap dilaksanakan.

Dilansir oleh Tribunhealth.com penjelasan Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Sapa Indonesia Pagi edisi 18 Mei 2021 tentang efek vaksinasi.

Baca juga: Diet yang Salah Dapat Menimbulkan Berbagai Masalah Bagi Tubuh, Begini Penjelasan Dokter

Baca juga: Dokter Jelaskan Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Vertigo hingga Perubahan Posisi yang Memengaruhi

Tetapi dengan menggunakan batch-batch lainnya.

Kurang lebih ada sekitar 55 batch dari jumlah 3,8 juta dosis yang diterima.

Masyarakat tidak perlu ragu dan tidak perlu takut.

Ilustrasi vaksin AstraZeneca batch CTMAV547
Ilustrasi vaksin AstraZeneca batch CTMAV547 (Tribunnews.com)

Karena WHO menyatakan vaksinasi ini aman.

Mereka memberikan izin rekomendasi kepada vaksin astrazeneca.

Respon vaksin memang berbeda-beda pada setiap individu.

Kita ketahui bahwa vaksinasi adalah upaya menstimulus sistem kekebalan tubuh.

Jadi sistem perlawanan tubuh kita.

Perlawanan yang muncul pada tubuh kita bermacam-macam.

Ada yang gradasinya mulai dari ringan hingga berat.

Ada juga yang proses infeksitasnya dari mudah diatasi seperti membutuhkan pertolongan pertama berupa obat-obatan.

Jadi gejala efek samping dari astrazeneca sama dengan vaksin sinovac termasuk seperti demam, sakit kepala, dan ada mual hingga muntah.

Baca juga: Kenali Faktor Penyebab Gigi Maju atau Gigi Tonggos yang Disampaikan oleh Dokter

Baca juga: Medical Sexologist Jelaskan Delayed Ejaculation, Ereksi Malah Drop karena Tak Kunjung Ejakulasi

Biasanya ini akan hilang dalam waktu satu hingga tiga hari.

Ada beberapa kasus yang memang membutuhkan obat anti panas atau obat anti nyeri.

Namun ini tidak masalah.

Karena sistem kekebalan tubuh kita di stimulus oleh vaksin tersebut.

Apabila merasakan gejala yang sangat mengganggu, tentunya segera menghubungi kontak yang ada pada kartu vaksin yang diterima.

Dan segera ke petugas kesehatan, jangan menunda jika memang merasakan gejala yang semakin berat.

Penjelasan Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Sapa Indonesia Pagi edisi 18 Mei 2021.

(Tribunhealth.com/Dhiyanti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved