Breaking News:

Dokter Jelaskan Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Vertigo hingga Perubahan Posisi yang Memengaruhi

Pengobatan yang dapat diberikan pada penderita vertigo yakni pemberian obat. Obat untuk pasien vertigo adalah jenis antihistamin.

kompas.com
Ilustrasi pusing akibat mengalami vertigo 

TRIBUNHEALTH.COM - Pengobatan yang dapat diberikan pada penderita vertigo yakni pemberian obat.

Obat untuk pasien vertigo adalah jenis antihistamin.

Dilansir oleh Tribunhealth.com penjelasan Dokter Umum, dr. Dwi Septiadi B. dalam tayangan Tribunnews.com program Tanya Dokter tentang pencegahan penyakit vertigo.

Jenis obat antihistamin adalah golongan jenis obat keras.

Pembelian obat keras ini harus berdasarkan resep dokter.

Jadi jangan minum obat langsung tanpa resep dokter.

Baca juga: Penyakit Vertigo Dibedakan Menjadi 2 Jenis, Apa Saja? Simak Penjelasan dr. Dwi Septiadi B

Baca juga: Dokter Gigi Jelaskan Penyebab Gusi Bengkak dan Bagaimana Penanganan yang Tepat

Tetapi kalo vertigonya pusing disertai sakit kepala boleh membeli obat paracetamol di warung atau apotek.

Karena paracetamol merupakan obat bebas.

Minimal obat ini dapat mengurangi gejalanya.

Ilustrasi munculnya vertigo saat beraktivitas
Ilustrasi munculnya vertigo saat beraktivitas (kompas.com)

Selain obat paracetamol, apabila pasien disertai sakit kepala.

Yang bisa dilakukan bukalah ruangan yang gelap dan redup, kemudian cobalah berbaring dengan bantal yang lebih tinggi.

Biasanya jika bantalnya rendah akan semakin pusing.

Selanjutnya tutup mata, rebahan dan berbaring sebentar.

Memang hal ini tidak cukup membantu.

Dokter menganjurkan jika terkena gejala vertigo segera berobat ke rumah sakit.

Namun langkah tersebut dapat meminimalisir saat menunggu sambil mempersiapkan diri atau transportasi ke dokter.

Jangan menyalakan televisi, jauhkan handphone terlebih dahulu, dan yang terpenting jangan ada lampu atau sinar yang mengenai mata terlebih dahulu.

Jika berbaring dengan bantal lebih tinggi tidak membantu, bisa duduk lebih tegap sambil bersandar.

Bagian yang paling sering terkena vertigo adalah bagian tepi.

Biasanya kondisi ini disebabkan karena obat tetes telinga.

Jangan gunakan obat-obatan tanpa resep atau prosedur dari dokter.

Apabila sakit telinga kemudian meneteskan obat sendiri tanpa anjuran dokter, lebih baik dihindari terlebih dahulu.

Jika penyakit vertigo disebabkan oleh hal-hal yang lain pada syaraf pusat, pasien harus menghindari alkohol dan kopi.

Baca juga: Dokter Gigi Jelaskan Penyebab Terjadinya Gigi Gingsul

Baca juga: Makanan Apa Saja yang Perlu Dihindari agar Gigi Tidak Sensitif Dok?

Karena berdasarkan penelitian, ternyata kopi dapat memicu penyakit vertigo.

Hindari makanan-makanan seperti itu.

Vertigo juga dapat dipengaruhi oleh posisi.

Saat tidur kemudian hendak bangun, lakukanlah secara perlahan.

Misalkan hendak menoleh ke kanan atau ke kiri, jangan langsung menoleh.

Lakukan secara perlahan.

Jika sudah muncul vertigo dengan gejala yang minim, hindari hal-hal tersebut.

Karena aktivitas sederhana seperti itu sangat berpengaruh.

Penyebab vertigo tepi atau perifer diakibatkan adanya organ keseimbangan di dalam telinga.

Sebenarnya terdapat kristal dan sensor pergerakkan di dalam telinga.

Dimana terdapat organ yang memiliki kristal.

Ilustrasi vertigo pusat
Ilustrasi vertigo pusat (tribunnews.com)

Jika kristal lepas, akan menyumbat di sensor pergerakkan.

Sensor pergerakkan menjadi sensitif.

Sedikit pergerakkan saja akan sensitif dan menyebabkan pusing.

Sehingga minimkanlah pergerakkan.

Seperti membalikkan posisi kepala, dari tidur ke duduk atau dari tidur ke berdiri.

Atau mungkin membalikkan badan.

Lakukanlah secara perlahan.

Sehingga dapat mencegah dan meminimalisir penyakit vertigo.

Baca juga: Simak Tips dari Dokter untuk Mencegah dan Mengobati Masalah Gigi Sensitif

Baca juga: Apa Itu Dermatitis Atopik? Simak Penjelasan dari Dokter Berikut Ini

Yang perlu dipahami, bukan posisi tidur yang mempengaruhi, namun perubahan posisinya yang mempengaruhi.

Penjelasan Dokter Umum, dr. Dwi Septiadi B. dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan Tribunnews.com program Tanya Dokter edisi 28 Januari 2020.

(Tribunhealth.com/Dhiyanti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved