Breaking News:

Penderita Diabetes Merasa Lebih Sehat saat Puasa Ramadhan, dr Tan Shot Yen Jelaskan Alasannya

dr Tan Shot Yen juga menyorot kembali buruknya kesehatan setelah masuk bulan Syawal

Pixabay
Ilustrasi puasa Ramadhan 

TRIBUNHEALTH.COM - dr Tan Shot Yen menjelaskan mengapa orang merasa lebih sehat ketika menjalankan ibadah puasa Ramadhan dalam program Malam Minggu Sehat.

Hal itu ia sampaikan ketika menanggapi pertanyaan pembaca Tribunnews dalam tayangan tersebut.

Penanya mengatakan dirinya adalah penderita diabetes militus (DM).

Kendati demikian, dirinya merasa lebih sehat ketika menjalankan ibadah puasa.

dr Tan Shot Yen membenarkan apa yang dialami penanya.

"Tentu. Bagi banyak orang puasa memang lebih sehat."

Baca juga: Simak Tips Perawatan Gigi Berlubang selama Bulan Puasa

Baca juga: Apakah Penderita Covid-19 Boleh Berpuasa? Simak Penjelasan Berikut Ini

Ilustrasi menyambut puasa ramadhan 2021
Ilustrasi menyambut puasa ramadhan 2021 (Tribunnews.com)

"Karena apa? Karena memang kita lebih aware, lebih ngeh, lebih sadar diri dengan apa yang kita makan," jelasnya, dikutip TribunHealth.com.

Apa lagi orang puasa sudah pasti tidak ngemil sepanjang hari.

Hal itu menghindarkan diri dari berbagai macam camilan yang mungkin bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

"Sungguh bener banget. Orang berpuasa bisa lebih sehat."

Kendati demikian, dr Tan menyayangkan kembalinya pola makan yang tidak baik setelah Ramadhan.

"Kerap kali ketika puasa semua rapi kan makannya diatur, semua teratur, dibatasi juga."

Baca juga: Tips Dokter Agar Makanan Bersantan Aman Dikonsumsi saat Lebaran, Kuncinya Cara Menghangatkan Ulang

Baca juga: Pasca Zona Merah Meningkat, Satgas Covid Imbau Pemda Antisipasi Libur Lebaran

ILUSTRASI Kue Lebaran - Bisnis kue lebaran milik Ny Yuli di kawasan Tambora, Jakarta Barat, mulai ramai menerima pesanan, Sabtu (17/4/2021). Kue lebaran jenis kue kering seperti nastar, kue salju, kastengel, banyak.diminati.karena harganya murah meriah.
ILUSTRASI Kue Lebaran - Bisnis kue lebaran milik Ny Yuli di kawasan Tambora, Jakarta Barat, mulai ramai menerima pesanan, Sabtu (17/4/2021). Kue lebaran jenis kue kering seperti nastar, kue salju, kastengel, banyak.diminati.karena harganya murah meriah. (WARTAKOTA/Nur Ichsan)

"Begitu beduk lebaran tiba, nah kan.. Tangan mulai nyomot," tambah dr Tan.

Dalam artian, pola makan kembali menjadi tidak beraturan.

Apa lagi banyak makanan yang disajikan selama lebaran.

Hal inilah yang sejatinya bisa berdampak buruk pada kesehatan setelah Ramadhan.

"Itu yang agak sedikit ngeri-ngeri sedap. Terutama bagi lansia juga."

"Alangkah baiknya kebiasaan puasa itu bisa anda jalankan juga setelah puasanya selesai," tandas dr Tan Shot Yen.

Baca artikel lain seputar kesehatan umum di sini

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved