Breaking News:

Mengenal Difteri Pada Anak, Infeksi yang Disebabkan oleh Bakteri

Difteri merupakan salah satu infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Difteri banyak menyerang anak-anak yang tidak melakukan imunisasi difteri.

TribunKesehatan
Ilustrasi - Difteri menyerang anak 

"Karena jika terjadi difteri, pada hari pertama sudah menekan angka kematian 1 persen. Sehingga ketika terjadi difteri harus segera dibawa ke dokter. Hal ini akan bisa menyelamatkan hidupnya," ungkap dr. Leni Ervina.

"Jika tidak segera ditangani, hal ini bisa menyebabkan kematian sekitar 50 persen dari penderita," lanjutnya.

Semakin cepat terdiagnosa, semakin cepat tata laksana, maka akan memberikan harapan hidup yang tinggi pada penderita difteri.

Baca juga: Mengenal Penyakit Usus Buntu atau Apendisitis, Tanda-tanda hingga Penyebabnya

Baca juga: Mengenal Jenis-Jenis Pola Asuh Terhadap Anak

VAKSINASI DIFTERI - Petugas medis dari Dinas Kesehatan Kota Malang menyiapkan vaksin Tetanus-Diphtheria Toxoid (Td) untuk diberikan pada siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ahmad Yani, Jalan Kahuripan, Kota Malang, Senin (22/8/2016). Pemberian vaksin pada siswa ini untuk mecegah penularan penyakit Difteri yang telah menjangkiti enam siswa dan satu guru di sekolah tersebut. SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
VAKSINASI DIFTERI - Petugas medis dari Dinas Kesehatan Kota Malang menyiapkan vaksin Tetanus-Diphtheria Toxoid (Td) untuk diberikan pada siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ahmad Yani, Jalan Kahuripan, Kota Malang, Senin (22/8/2016). Pemberian vaksin pada siswa ini untuk mecegah penularan penyakit Difteri yang telah menjangkiti enam siswa dan satu guru di sekolah tersebut. SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO (Tribunnews.com/Surya/Surya/Hayu Yudha Prabowo)

Penyakit difteri menekan angka yang sangat cepat dalam kematian.

dr. Leni Ervina menjelaskan tentang difteri yang terbagi menjadi 3 klasifikasi:

1. Suspect difteri

Suspect difteri ditandai dengan batuk, demam, adanya pseudomembran yang berdarah.

Karena hal ini, suspect difteri harus segera dilakukan tata laksana.

2. Probable difteri

Terjadi gejala difteri dan telah melakukan riwayat kontak dengan penderita difteri kurang dari 2 minggu.

Baca juga: Penyebab Terjadinya Gerakan Tutup Mulut (GTM) atau Mogok Makan pada Anak

Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Gigi Pada Anak

3. Konfirmasi difteri dengan laboratorium

Pada difteri jenis ini, klinisnya tidak ditemukan gejala.

Tetapi pada hasil laboratorium menunjukkan adanya difteri.

Penyakit ini bisa dicegah dengan imunisasi.

"Jadi ketika anak terkena difteri harus ditanyakan riwayat imunisasinya, apakah imunisasi tersebut lengkap atau tidak. Karena difteri ini biasanya terjadi kepada anak yang tidak melakukan imunisasi yang tidak lengkap," terang dr. Leni Ervina.

Baca juga: Ini Cara Mencegah Gigi Berlubang pada Anak Sejak Dini

Baca juga: Memahami Masalah Gigi Hitam pada Anak Bersama Dokter Gigi drg. R. Ngt. Anastasia Ririen

Penanganan pasien difteri bisa dilakukan dengan dua cara yaitu dengan tata cara umum dan tata cara khusus.

"Tata cara umum biasanya dilakukan dengan memberi cairan atau infus dan juga diberitahukan kepada keluarga tentang penularan difteri supaya tetap menjaga kebersihan," ungkap dr. Leni Ervina.

Tata cara khusus biasanya dilakukan dengan pemberian anti difteri serum.

"Pada hal ini dosis pemberian difteri serum dosisnya disesuaikan dengan lokasi yang terkena difteri. Setiap lokasi difteri memiliki dosis pemberian difteri serum yang berbeda-beda," terang dr. Leni Ervina.

Baca juga: Mengenal Penyakit Lambung Kronis (GERD) dan Cara Mecegahnya

Baca juga: Mengenal Kelainan Kulit Melasma dan Pemicunya

Komplikasi terjadinya difteri akan menyebabkan beberapa hal sebagai berikut:

Halaman
123
Penulis: Irma Rahmasari
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved