Breaking News:

Menggertakkan Gigi Saat Tidur Sangat Berbahaya, Persendian Rahang Sampai Bisa Terlepas

Dokter jelaskan bahaya kebiasaan bruxism atau menggertakkan gigi pada saat tertidur

Pixabay
Ilustrasi kesehatan gigi 

Pertama, rahang atas dan rahang bawah menggigit dalam posisi kencang.

Atau yang kedua, rahang melakukan grinding atau menggertakkan gigi ke kiri dan ke kanan.

Aktivitas tersebut lah yang menyebabkan suara tertentu.

Bisanya dokter gigi memiliki tanda-tanda tertentu apakah seseorang mengalami bruxism atau tidak.

"Satu, atrisi. Bisanya pada rahang atas atau rahang bawah terjadi proses pengikisan, atrisi," katanya.

Kemudian yang kedua adalah abfraksi, biasanya terjadi pada bagian langit-langit.

"Terbentuk area-area cekung, yang licin dan mengkilat pada area tersebut," jelas drg Anastasia.

Tanda yang selanjutnya adalah fraktur, yakni gigi yang retak atau pecah.

"Kemudian gigi-gigi tersebut, karena terjadi pengurangan atau habisnya lapisan pertama gigi, maka pasien bisa mengalami kondisi sensitif dentin. Rasa ngilu pada giginya."

Yang lebih parah, hal itu bisa memicu kelainan pada jaringan periodontal alias jaringan pendukung gigi.

Salah satunya adalah munculnya rasa ngeri berkepanjangan.

Selain itu bruxism juga bisa mengakibatkan sederet masalah lain, seperti masalah gusi, sendi penghubung rahang, hingga masalah otot dan memicu nyeri kepala.

"Nah itu keluhan yang mengindikasikan seseorang mengalami bad habbit bruxism," tandasnya.

Baca artikel lain terkait kesehatan gigi dan mulut di sini.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Penulis: anrosikin
Editor: anrosikin
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved